XtGem Forum catalog

Salamah Wapblog

Santri ngeblog

Tentang | Kontak | Partner

Di dayah tidak ada teroris

Rabu 16-03-2011

Dayah (pesantren) yang ada di Aceh, sejauh ini tidak ditemukan adanya teroris. Demikian dikatakan pimpinan Dayah Ruhul Fata, Seulimeum, Aceh Besar, Abu Mukhtar Luthfi (Abon), pada acara Musabaqah Cerdas Cermat, Muhadharah dan Fahmul Qutub Aceh, Sabtu (6/3). Acara yang berlangsung di komplek Dayah Ruhul Fata, Seulimeum, Aceh Besar, itu dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar, Bupati Aceh Besar Bukhari Daud, para ulama, sejumlah pejabat TNI/Polri, pejabat di lingkungan Pemkab Aceh Besar, dan para santri.

Dalam sambutannya, Abu Mukhtar Luthfi yang akrab disapa dengan panggilan Abon, lebih lanjut mengatakan, Islam tidak membenarkan kekacauan dan kekerasan. Karena itu, di dayah atau pesantren yang merupakan tempat menuntut ilmu bagi para santri, merupakan tempat yang damai. “Tidak ada teroris di sini,” tegas Abon.

Sementara itu, pada acara yang sama, Wagub Muhammad Nazar dalam arahannya mengatakan, Islam adalah rahmatan lil’ alamin yang memberi manfaat dan menghilangkan mudharat bagi umat manusia. “Maka Islam tidak mentolerir kekerasan dalam ideologi dan bentuk apa pun dengan membawa-bawa agama,” tegasnya.

Karena itu pula, Wagub Muhammad Nazar meminta kepada seluruh warga dayah di Aceh, baik para ulama maupun para santrinya untuk lebih sering melakukan program-program pengabdian sosial dan keagamaan, guna memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang Islam yang sebenarnya. Selain itu, sebut Wagub Muhammad Nazar, dayah juga harus mampu menciptakan peradaban islami, menjadi kontrol sosial dalam pembangunan dan memperkuat perdamaian. “Jadi, jangan biarkan ada orang yangmengusik Aceh yang sedang damai dan membangun ini,” kata Wagub.

Sehubungan dengan itu, lanjut Wagub Muhammad Nazar, peran ulama dan dayah harus terus diperkuat dalam pembangunan di Aceh. Karena itu, Pemerintah Aceh sendiri telah memperlakukan dayah sebagai satu lembaga pendidikan resmi yang harus dibina. Hal itu, sebut Wagub, dilakukan dengan syarat-syarat yang distandarkan, termasuk soal kurikulum, manajemen, guru, jumlah santri dan lain-lain yang semuanya dimaksudkan agar para lulusan dayah ini nantinya juga bisa bersaing dan dapat diandalkan.

Ditambahkan, dayah harus difasilitasi untuk dapat juga memiliki dana tetap selain bantuan Pemerintah Aceh. Fasilitas tersebut antara lain, misalnya, memiliki lahan pertanian, perikanan, koperasi dan lain-lain yang dikelola secara profesional. “Dengan adanya fasilitas seperti ini, kita harapkan dayah akan lebih mandiri dalam membina umat,” pungkasnya.

Sumber: www.serambinews.com/news/view/25646/di-dayah-tak-ada-teroris.

Kembali ke beranda
Komentar

Komentari kiriman ini

Share/bookmark

Beranda | Tentang | Kontak | Halaman lain | Partner

© 2011 Salamah.wap.sh
Template by Laloe Wap
Xtgem.com free mobile hosting

By Tajussubki Sebbereh ---